Gubernur Kalbar Komit Lahirkan Lima Ribu Hafidz dan Hafidzah Selama Lima Tahun Kepemimpinan

Image

Gubernur Kalbar Komit Lahirkan Lima Ribu Hafidz dan Hafidzah Selama Lima Tahun Kepemimpinan

Pontianak - Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke-XXV yang dilakukan pada 29 Juni hingga 5 Juli 2019 telah usai dan ditutup oleh Menteri Agama yang didampingi Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dan seluruh stakeholder terkait termasuk perwakilan dari seluruh khafilah di 34 Provinsi di Indonesia.

 

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan Kalbar komitmen akan melahirkan lima ribu hafidz dan hafidzah dilima tahun kepemimpinan ia dan Wakil Gubernur, Ria Norsan.

Kedepan, Kalbar akan menerapkan masuk SD SMP dan SMA sudah bisa menulis dan membaca alquran,  hafidz dan hafidzah akan ditempatkan di masjid yang ada di Kalbar. 

"Mudah-mudahan bisa terwujud dan semangat mempelajari alquran demi kemajuan bangsa dan kehidupan dalam keberagaman terus bisa diwujudkan semua untuk Indonesia yang damai membawa masyarakat kepada satu kesejahteraan," kata Bang Midji, sapaan akrab Gubernur Kalbar.

 

Saat STQN kemarin, ia mengatakan dirinya sangat bersyukur karena ada Qoriah dari Kalbar yang bisa menjuarai cabang hafalan 30 juz. “Ini tentu menjadi kebanggan bagi kita dan sesuai dengan apa yang saya inginkan Kalbar akan melahirkan 5000 Hafiz dan Hafizah,” urainya.

Terhadap lima ribu hafidz dan hafidzah, mantan Walikota Pontianak dua periode itu berharap akan terwujud dan seluruh masyarakat terus bersemangat untuk mempelajari dan menggali Alquran untuk kehidupan dan kemaslahatan umat, kemajuan bangsa.

“Dan kehidupan keberagaman bisa terus kita wujudkan dan semoga semua ini dilakukan untuk Indonesia yang damai, untuk Indonesia dengan keberagaman yang membawa masyarakat meraih kesejahteraan,” ucapnya.

Iapun menghaturkan permohonan maaf kepada seluruh pihak jika selama STQN berlangsung di Pontianak ada banyak kekurangan.

“Saya meminta maaf jika selama pelaksanaan di Kalbar ada hal yang tidak berkenan bagi para Khafilah. Saya harap para khafilah yang ada disini bisa membawa hal baik dari Kalbar dan bisa menyampaikannya kepada semua kerabat dan keluarga yang ada di daerahnya masing-masing,” harapnya.

 

Sebelumnya Mentri Agama, Luman Hakim Saifuddin menjelaskan jika Alquran memiliki fungsi penting sebagai Inspiratif menggapai kehidupan yang lebih baik sehingga setiap waktu mentradisikan dan mencintai alquran kapanpun dan dimanapun. 

Bahwasannya pendidikan seni baca alquran agar lebih diintensifkan sehingga tidak ada lagi anak Muslim yang tidak bisa membaca didesa maupun dikota. 

Kemampun para hafidzah sebagai pelopor dilingkungan masing-masing mengingatkan kepada pemerintah agar dapat memberantas buta aksara terhadap alquran. 

"Surau dan majelis taklim dapat menyampaikan pesan bermoderasi beragama karena pendidikan agama adalah niscaya, mutlak senantiasa dipertahankan dan dikembangkan," urainya. 

Selaku Menag, ia meneguhkan bahwa pendidikan agama bagian yang tidak terpisahkan bagi bangsa ini. Bagi masyarakat mengamalkan ajaran agama hakikatnya adalah wujud pengalaman sebagai warga negara dan wujud kewajiban sebagai warga negara. 

 

Share