Menag Yakinkan Pendidikan Agama adalah Mutlak

Image

Menag Yakinkan Pendidikan Agama adalah Mutlak

Pontianak – Bahwasannya pendidikan agama adalah mutlak, diakui Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin saat melakukan penutupan pada Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke-XXV, 5 Juli 2019 lalu.

Sehingga, Menag memastikan pihaknya tidak akan pernah menghilangkan pendidikan agama di setiap jenjang pendidikan.

"Pendidikan Agama adalah mutlak untuk terus dipertahankan dan dikembangkan, karena ini tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan keseharian kita," ungkap Menag belum lama ini.

Selaku Menteri Agama dirinya ingin menegaskan bahwa pendidikan agama adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari bangsa ini, karena bagi bangsa Indonesia, mengamalkan ajaran agama hakikatnya adalah wujud dari pengamalah kita sebagai warga negara.

"Sehingga sebaliknya, dalam menunaikan kewajiban kita sebagai negara, hakikatnya adalah bentuk amalan dari ajaran agama yang kita anut," jelasnya.

Ia lantas menyangkal kabar bahwa sekolah pesantren akan dihapuskan dan diganti menjadi sekolah umum, apalagi berita bohong terkait penghapuskan Kementerian Agama.

"Sama sekali tidak benar berita kalau Presiden Jokowi kembali melanjutkan masa jabatan untuk lima tahun ke depan, akan dihilangkan pelajaran agama, akan dihilangkan pesantren menjadi sekolah umum, apalagi akan dihapuskan Kementerian Agama. Itu sama sekali tidak benar," paparnya.

Ia menambahkan bahwa negara Indonesia dengan ideologi dasar Pancasila menjunjung tinggi nilai-nilai keagaman, yang tercermin pada sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Isu-isu terkait penghapusan pelajaran agama dan ketiadaan kumandan azan tidak mungkin dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, siapapun Presidennya,” pungkasnya.

Share