NTT Puji Venue Lima Kawasan STQ-ke XXV di Kalbar

Image

NTT Puji Venue Lima Kawasan STQ-ke XXV di Kalbar

Pontianak – Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke-XXV yang digelar di Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat telah berakhir. Beberapa cabang perlombaan telah dilaksanakan oleh seluruh peserta dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia termasuk para Khafilah yang berasal dari NTT.

Pada saat ditemui belum lama ini saat mengikuti perlombaan cabang perlombaan Hifzil lima juz, dan tilawah kategori anak-anak, yang digelar di Tugu Khatulistiwa, Wakil Khafilah dari NTT, Engku Pati Raja mengatakan jika ia bersama seluruh rombongan dari Provinsi NTT begitu mengagumi keindahan seluruh mimbar tilawah yang ada di lima venue yang ada di Kota Pontianak.

Ia merasa takjub dengan persiapan tuan rumah yang telah membuat STQ Nasional ke –XXV ini sangat istimewa. “Sangat berkesan bagi kami prosesi perlombaan hifzil dan tilawah bisa dilantunkan tetap di titik nol derajad garis khatulistiwa. Dengan mimbar tilawah berbentuk bola dunia (globe) yang sangat unik. Menurut kami pelaksanaan STQ di Kota Pontianak ini sangat indah," ungkapnya.

Ia pun mengaku, keunikan STQ, dengan satu mimbar tilawah berbentuk tanjak berdiri diatas sungai terpanjang di Indonesia, baru kali ini terjadi. “Kita ketahui bahwa Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang se-Indonesia dan dibangun mimbar tilawah dengan bangunan khas Kota Pontianak menurut saya ide yang sangat membanggakan,” tuturnya.

Begitu pula, mimbar tilawah berbentuk bola dunia yang tepat berada di titik nol derajad garis khatulistiwa, dijelaskan ASN Kementrian Agama Provinsi NTT ini diakuinya juga tidak pernah ada di STQ sebelum-sebelumnya.

"Konsep pelaksanaan STQ memang perlu dibuat semenarik mungkin seperti yang dilakukan Provinsi Kalbar ini. Pelaksanaan STQ memang harus dikaitkan antara wisata religi dan program pemerintah dan Kalbar bisa memadukan semuanya,” katanya lagi.

Ia pun menilai, disetiap daerah pasti punya keunikan masing-masing. Hanya saja, untuk menonjolkan keunikan itu, perlu pemikiran yang hebat dan pelaksanaan STQ Nasional di Provinsi Kalbar ini, tentu  menjadi inspirasi bagi daerah lainnya.

"Didaerah kami hanya ada sungai kecil karena semunya laut kalau ditempat kami, ketika kami datang di Pontianak, ternyata sungai bisa dilayari kapal. Ini merupakan pengalaman baru bagi kami," urainya.

Di momen STQ Nasional ke XXV ini Engku berharap, kafilah Provinsi NTT bisa mempersembahkan penampilan yang maksimal.

"Tentu sama harapan kami agar seluruh khafilah memberikan penampilan yang terbaik agar di STQ tahun depan kami bisa jauh lebih lagi dari STQ tahun ini," pungkasnya.

Share