WISATA KALIMANTAN BARAT

about wisata

WISATA

Provinsi Kalimantan Barat

Kalimantan Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Kalimantan dengan ibukota provinsi Kota Pontianak. Kalimantan Barat memiliki luas 146.807 km2 (7,53% luas Indonesia), menjadikannya provinsi terluas keempat setelah Papua, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah. Daerah Kalimantan Barat termasuk salah satu daerah yang dijuluki provinsi “Seribu Sungai”. Julukan ini selaras dengan kondisi geografisnya yang mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang di antaranya dapat dilayari.

Masjid Raya Mujahidin

Masjid ini berdiri kokoh di pusat kota Pontianak. Masjid ini juga menjadi landmark dari kota berjuluk kota Khatulistiwa ini. Inilah Masjid Raya Mujahidin yang pada Januari 2015 lalu renovasi pembangunannya diresmikan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo. Masjid Raya Mujahidin merupakan masjid terbesar di Provinsi Kalimantan Barat. Awal pendirian masjid ini memiliki sejarah penting dan berliku. Namun setelah menempuh waktu panjang, akhirnya pendirian masjid ini pun rampung dan diresmikan oleh Presiden Indonesia saat itu Soeharto pada tahun 1978.

Memasuki bagian dalam masjid, kita akan disajikan arsitektur khas Kalimantan Barat, salah satunya dengan banyaknya tiang-tiang penyangga masjid. Masjid yang mampu menampung sekitar 9 ribu jamaah ini memiliki bangunan dua lantai dengan luas bangunan sekitar 4 hektar. Masjid Raya Mujahidin terletak di tengah Kota Pontianak dan menjadi pusat dakwah di kota berjuluk kota Khatulistiwa tersebut. Masjid kebanggan warga Pontianak ini ramai dikunjungi saat shalat taraweh, shalat ied, dan shalat Jum’at. Selain itu, masjid ini juga sering dijadikan sebagai pusat kajian Islam umat Islam di Pontianak.

Masjid Jami’ Sultan Syarif Abdurrahman

Masjid Jami’ Pontianak atau dikenal juga dengan nama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman adalah masjid tertua dan terbesar di kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Masjid ini merupakan satu dari dua bangunan yang menjadi pertanda berdirinya kota Pontianak pada 1771 Masehi, selain keraton Kadriyah. Sejarah Pendiri masjid sekaligus pendiri kota Pontianak adalah Syarif Abdurrahman Alkadrie. Ia seorang keturunan Arab, anak Al Habib Husein, seorang penyebar agama islam dari Jawa. Al Habib Husein datang ke kerajaan Matan pada 1733 Masehi. Al Habib Husein menikah dengan putri Raja Matan (kini Kabupaten Ketapang) Sultan Kamaludin, bernama Nyai Tua. Dari pernikahan itu lahirlah Syarif Abdurrahman Alkadrie, yang meneruskan jejak ayahnya menyiarkan agama islam.

Keraton Kadariah Pontianak

Keraton Kadariah Pontianak tidak lepas dari sosok Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadrie (1738-1808 M), yang masa mudanya telah mengunjungi berbagai daerah di Nusantara dan melakukan kontrak dagang dari para Saudagar di berbagai Negara. Ketika Habib Husein Alkadrie, yang pernah menjadi Hakim agama kerajaan Matan dan Ulama terkemuka di Kerajaan Mempawah, wafat pada tahun 1770 M, Syarif Abdurrahman beserta keluarganya memutuskan untuk mencari daerah permukiman baru, sampai pada tanggal 23 Oktober 1771 M (24 Rajab 1181 H), mereka tiba di daerah dekat pertemuan tiga sungai, yaitu sungai Landak, sungai Kapuas Kecil dan sungai Kapuas, mereka memutuskan untuk menetap di daerah tersebut. Secara historis Keraton Kadariah mulai dibangun pada tahun 1778 M. Tak lama setelah Keraton selesai dibangun Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadri dinobatkan sebagai sultan pertama Kesultanan Pontianak. Dalam perkembangannya, keraton ini terus mengalami proses renovasi dan rekonstruksi hingga menjadi bentuk yang sekarang ini.

Rumah Adat Radakng

Rumah Adat Radakng atau bisa disebut dengan longhouse merupakan satu di antara ciri khas Provinsi Kalimantan Barat. Rumah Radakng adalah sebutan untuk rumah panjang suku Dayak Kanayatn di Provinsi Kalimantan Barat. Letaknya yang berada di Komplek Perkampungan Budaya di Jalan Sutan Syahrir, Kota Baru, Pontianak, berdampingan dengan Rumah Melayu Kota Pontianak, menjadikan rumah adat ini sebagai pendorong dan tonggak bukti tingginya toleransi antar umat berbudaya di kota Pontianak dan Kalimantan Barat. Di depan Rumah Radakng yang di atasnya terdapat burung Enggang Gading yang menjadi simbol kegagahan dan kekuatan bagi suku Dayak Kalimantan Barat. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara berfoto dengan latar ke enam tiang besar tersebut, sebagai satu di antara ciri khas Rumah Radakng.

Rumah Adat Melayu

Rumah Adat Melayu Kalimantan Barat ini terletak di Komplek Perkampungan Budaya, Jalan Sultan Syahrir kota Pontianak. Secara historis, pembangunan Rumah Adat Melayu ini dimulai dengan penancapan tiang pertama pada tanggal 17 Mei 2003 hingga selesai dibangun pada tahun 2005. Selanjutnya, pada tanggal 9 November 2005, Rumah Adat Melayu Kalbar diresmikan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Hakikat rumah/ruang balai adalah tempat mengadakan musyawarah dan sebagainya. Ungkapan di atas memberi petunjuk, bahwa rumah/ruang balai melambangkan falsafah hidup gotong royong, senasib sepenanggungan dan kesetiakawanan sosial pada masyarakat Melayu, "Adat dijunjung, budaya disanjung".

Sungai Kapuas

SSungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia dengan panjangnya mencapai 1.143 km. Sungai Kapuas menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat (terutama suku Dayak dan Melayu di sepanjang aliran sungai). Sebagai sarana transportasi yang murah, Sungai Kapuas dapat menghubungkan daerah satu ke daerah lain di wilayah Kalimantan Barat, dari pesisir Kalimantan Barat sampai ke daerah pedalaman bagi Putussibau di hulu sungai ini. Sungainya yang kaya memberikan mata pencaharian bagi masyarakat sekitar sebagai nelayan tradisional. Untuk menikmati keindahan sungai kapuas dan melihat secara langsung kegiatan masyarakat di setiap pesisirnya ini, dapat menggunakan kapal wisata yang terparkir di Taman Alun Kapuas, atau di Cafe Serasan, Pontianak Timur. Kapal Wisata tersebut akan membawa Boboers mengarungi kenidahan kota Pontianak dengan rute Taman Alun Kapuas melewati Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, jembatan Kapuas satu hingga Cafe Serasan.

Tugu Khatulistiwa

Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat kota Pontianak, ke arah kota Mempawah. Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda di permukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan “menghilang” beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain di sekitar tugu. Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa alam ini menjadi event tahunan kota Pontianak yang menarik kedatangan wisatawan.

Pantai Pasir Panjang

Pantai Pasir Panjang adalah objek wisata alam berupa pantai yang berpasir putih dan panjang yang terletak di Kecamatan Tujuh Belas, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Pantai ini membentang sepanjang 3 kilometer, sehingga dinamakan pantai pasir panjang. Pantai ini memiliki pasir putih yang cantik dan ombak yang tenang. Selain itu pengunjung juga dapat menikmati hamparan laut yang berwarna biru yang tentunya menambah keindahan dari pantai ini. Sehingga pantai yang ada di daerah Singkawang, Kalimantan Barat ini cukup ramai pengunjung dan sangat cocok dijadikan tempat berlibur bersama keluarga tercinta anda.

Pulau Lemukutan

Pulau Lemukutan merupakan pulau yang masuk wilayah kecamatan sungai raya kepulauan, kabupaten Bengkayang Kalbar. Perbedaan Pulau Lemukutan dengan Pulau Randayan adalah pulau Randayan tidak ada penduduk yang tinggal di pulau tersebut, hanya saja ada bangunan hotel/villa untuk menginap para wisatawan yang berkunjung di pulau Randayan. Sedangkan pulau Lemukutan dihuni oleh penduduk, jadi jika anda berkunjung ke pulau Lemukutan jangan kuatir tidak ada teman karena di sana banyak penduduk yang ramah siap menyambut kedatangan para pengunjung pulau ini.

Singka Island Park

Pembangunan Sinka Island Park bertujuan untuk memberikan tempat hiburan untuk masyarakat kota Singkawang dan Wisatawan. Tempat hiburan yang sangat luas dan menakjubkan, bagaimana tidak, terdapat 3 (tiga) pusat objek wisata sekaligus yang akan anda temui di Sinka Island Park. Taman, Pantai, dan Kebun Binatang (Sinka Zoo) yang dibangun di atas lahan seluas 30 hektar dan memiliki koleksi binatang yang cukup lengkap. Terdiri dari 62 spesies dengan jumlah sekitar 200 hewan.

Meriam Karbit

Meriam Karbit adalah permainan tradisional yang sudah ada sejak zaman dahulu dan sangat populer di Kota Pontianak. Permainan yang dimainkan pada beberapa minggu terakhir bulan ramadhan ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Meriam langsung diambil dari batang pohon, diameternya bisa mencapai 60cm. Pada tahun 2007 meriam karbit Kalbar telah memecah rekor oleh museum rekor Indonesia dan terulang kembali pada tahun 2009.

Mempawah Mangrove Park

Mempawah Mangrove Park berjarak sekitar 45 kilometer dari Kota Pontianak, Mempawah merupakan kota transit yang tidak ramai. Pergerakannya mulai terasa semenjak ada wisata hutan Mangrove yang ada di sepanjang pesisir pantai Mempawah yang membentang berpuluh-puluh kilometer. Tukang Jalan Jajan berkesempatan mengunjunginya dan mengeksplorasi keindahannya sekaligus menulis kajiannya. Mempawah Mangrove Center berada di Desa Pasir, Mempawah. Lokasi ini termasuk di dalam wilayah Kecamatan Mempawah Hilir. Gerbang masuknya berada di antara makam Tionghoa dan Taman Makam Pahlawan.

Taman Cinta

Taman Cinta atau nama lainnya Taman Cinta Waterboom Gunung Poteng, merupakan objek wisata yang memiliki konsep unik yang memadukan antara waterboom dan taman. Objek wisata ini pertama dibuka pada tahun 2017 yang lalu. Dengan tiket sekali bayar anda bisa memasuki waterboom dan taman sekaligus serta menikmati fasilitasnya. Di taman cinta ini terdapat berbagai spot foto yang unik dan menarik antara lain berfoto dengan berbagai jenis tanaman, berfoto dengan 12 patung Shio, berfoto dengan payung yang menggantung dan di sini juga terdapat beberapa gazebo yang bisa anda nikmati. Jika lapar dan lelah melanda, anda bisa menuju ke kantin, di kantin ini juga telah dilengkapi fasilitas WIFI GRATIS.